Senin, 07 Mei 2012

Amanat Drama Penggali Kapur



      BAB I
Pendahuluan

1.1         Latar Belakang

            Seorang pengarang drama baik sadar atau tidak sadar pasti menyampaikan amanat dalam karyanya. Amanat adalah pesan yang disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton melalui karyanya. Amanat yang hendak disampaikan pengarang melalui drama harus ditentukan atau dicari sendiri oleh pembaca atau penonton. Setiap pembaca atau penonton dapat berbeda-beda dalam menafsirkan     amanatdrama.

            Amanat bersifat kias subjektif dan umum sedangkan tema bersifat lugas, objektif, dan khusus. Amanat sebuah drama akan lebih mudah ditafsirkan, jika drama itu dipentaskan. Amanat biasanya memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Amanat drama selalu berhubungan dengan tema drama.
Amanat pada drama “penggali kapur” mempunyai nilai-nilai moral yang patut di terapkan dalam kehidupan dewasa ini, karena dengan penanaman jiwa moralitas pada saat ini, kita diharapkan semakin bijaksana dalam menentukan segala pilihan yang akan kita lewati, juga sebagai bekal dalam menjalani kehidupan bermasyarakat saat ini, dengan tujuan menciptakan lingkungan yang aman dan terkendali.


            1.2      Rumusan Masalah

1.      Amanat apa yang tersirat dari drama tersebut ?
2.      Bagaimana jika amanat tersebut diterapkan dalam dalam kehidupan           sehari-hari?
3.      Manfaat apa yang diperoleh penonton setelah menyaksikan drama ?

            1.3     Tujuan

1.      Agar penonton/pembaca dapat mengaplikasikan amanat dari drama yang telah dilihatnya.
2.      Agar penonton/pembaca mengetahui pengertian amanat.
3.      Agar penonton/pembaca  mengetahui amanat  drama tersebut
4.      Agar penonton/pembaca memahami makna sebuah amanat dalam drama





BAB II
Pembahasan


1.         Pengertian Amanat Dari Berbagai Ahli
Menurut Akhmad Saliman (1996 : 67) amanat adalah segala sesuatu yang ingin disampaikan pengarang, yang ingin ditanakannya secara tidak langsung ke dalam benak para penonton dramanya.
Harimurti Kridalaksana (183) berpendapat amanat merupakan keseluruhan makna konsep, makna wacana, isi konsep, makna wacana, dan perasaan yang hendak disampaikan untuk dimengerti dan diterima orang lain yang digagas atau ditujunya
            Menurut Imron Rosidi, Amanat adalah sesuatu yang hendak disampaikan oleh pengarang kepada pembaca melalui karyanya. Bedanya dengan tema, kalau tema  adalah persoalan yang dikemukakan sedangkan amanat adalah sesuatu yang hendak disampaikan lewat persoalan itu. Dengan kata lain, mau berbicara apa, bermaksud apa dengan persoalan itu?

2.         Pembahasan Amanat
Ada beberapa pelajaran yang dapat kita petik setelah melihat dan mendengarkan lakon drama “Pengali Kapur” karya kirdjomulyo. Dengan menyaksikan drama ini kita akan di bawa pada suasana yang sangat berbeda dari drama-drama lainnya, karena drama ini  menceritakan kejadian yang terletak disebuah desa pegunungan kapur dengan konflik yang diperankan oleh tokoh-tokoh yang sesuai dengan karakter masing-masing dan tentunya dengan amanat yang yang bersifat fungsional jika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Drama ini mempunyai konflik dengan alur yang berurutan, yang  menceritakan mengenai perselisihan penduduk asli masyarakat desa pegunungan kapur dengan masyarakat pendatang, yang sebenarnya masyarakat pendatang ini mempunyai tujuan yang baik, yaitu ingin memajukan produksi kapur di desa sekitar, yang selama ini masyarakat di desa setempat kurang pengetahuan untuk memanfaatkan  potensi yang ada pada pegunungan tersebut.


Amanat yang terkandung di dalam lakon drama “Penggali Kapur” ini, mempunyai  banyak pesan tersirat yang di sampaikan oleh penulis, pesan yang tersirat tersebut cukup baik sebagai tela’ah diri dari masing-masing  yang melihat dan mendengar lakon drama penggali kapur ini. Pesan moral yang tersirat, tentu dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-sehari, yang dapat menjadikan terciptanya hubungan yang harmonis antar sesama umat. pesan-pesan tersebut diantaranya kita tidak boleh berprasangka buruk terhadap orang yang belum kita kenal, karena orang tersebut belum tentu bermaksud buruk seperti apa yang kita pikirkan.
Amanat diatas terlihat dari dialog antara tokoh Sakri yang berkarakter pendendam, licik, arogan dan Tomo yang berkarakter labil serta mudah terpengaruh.

Sakri :”Betul juga katamu.Berbuat sabar itu perbuatan tolol.”
Tomo : “Sudah jelas, orang-orang akan  memihak kepada kita. Lagi pula soal gampang                                       untuk membunuh hasan.”
Sakri : “Gampang sih gampang.”
Tomo :”Serahkan saja padaku!”
Sakri :”Makin lama makin membuat panas hati. Seolah-olah, hanya dia laki-laki di dunia ini
Tomo : “ Akhirnya dia akan berkuasa di daerah ini. Semua orang sudah mulai terpengaruh dan suka padanya

            Dialog diatas menunjukkan bahwa tomo dan sakri telah berprasangka buruk kepada orang pendatang, padahal maksud orang pendatang itu belum tentu jelek. Pada dialog atau percakapan diatas, perlu di garis bawahi pesan yang disampaikan penulis merupakan pesan yang tersirat yang artinya pesan yang tersembunyi atau secara tidak langsung kita dapat menangkapnya.
            Pesan tersirat lainnya yang disampaikan penulis adalah segala macam perbuatan baik maupun buruk, pasti akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang dilakukan.

Seperti contoh dialog dan sebuah adegan perkelahian yang dilakukan antara Hasan yang berkarakter ambisius, keras kepala, demi tujannya yang baik dan Sakri.

Hasan : “Aku sudah menduga perbuatanmu,Sakri.”
Sakri : (Tertawa)    
            Mata Hasan dan Sakri sudah gelap dan mulailah perkelahian sengit dimana perasaan takut, dendam dan nafsu menguasai. Perkelahian tidak berlebihan yang terakhir sergapan sakri dapat dihindarkan oleh hasan dan sakri salah menyergap hasan, tergelincir sakri kedalam jurang,Sakri berteriak dengan parau, disusul musik.

            Pesan diatas menunjukkan bahwa barangsiapa yang berbuat kejelekan maka balasan yang akan diterima juga sesuai dengan perbuatannya.

Kita sebagai makhluk sosial, sudah selayaknya harus mudah saling maaf memaafkan antar sesama, sebagai perwujudan keakraban bermasyrakat. Setelah kita melihat dan mendengar lakon drama “Penggali Kapur” ini, sebaiknya kita harus menjadikan pengalaman ini sebagai cerminan dalam menjalani kehidupan di masa sekarang dan yang akan datang, sebagai langkah terciptanya suasana aman, damai, serta menuju kearah yang lebih baik.      
Seperti contoh dialog yang dilakukan oleh Ibu dari Sakri yang berkarakter penyabar, penyayang dan pemaaf.

Ibu sakri : “ Ingatlah kalian pernah mengenalnya, dia sangat sayang pada tempat ini. perasaan sayang yang membakar hidupnya sendiri karena tidak pernah sanggup mewujudkan apa yang ia sayangi itu”. “kuburkan dia baik-baik, lupakan segala kejahatannya dan jangan persoalkan tentang kematiannya. Harapannya ialah apa yang kalian harapkan. Mimpinya adalah seperti yang kalian impikan.” (menatap seseorang dengan tersenyum) “ Aku hendak melihat sekali lagi.”

            Dari dialog yang di lakukan ibu sakri, menunjukkan bahwasanya kita harus menjadi seorang pemaaf, demi terciptanya kondisi yang aman dan tentram antar umat manusia. 
             


 BAB III
Penutup

Dengan melalui proses pemahaman kami tentang drama ini semoga penonton/pembaca dapat mengambil manfaat dan hikmah yang terkandung dalam drama ini yang syarat akan nilai-nilai moral sosial. Untuk itu rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa kami ucapkan.
Artikel  ini tersusun berkat kerja keras yang saya lakukan. Berkaitan dengan itu mudah-mudahan artikel ini dapat menuntun ke jalan yang lebih baik dalam kehidupan ini, terlebih lagi dapat mencerminkan nilai-nilai moral kehidupan.
 Walaupun artikel  ini telah tersusun, namun tidak menutup kemungkinan adanya kekurang sempurnaan. Untuk itu, saran dan kritik sangatlah diharapkan demi lebih sempurnanya artikel ini,sehingga  benar-benar layak untuk dibaca terlebih untuk dijadikan buku acuan.  


4.1     Kesimpulan
  Dalam menjalani hidup ini kita tidak boleh melihat orang dari luarnya saja melainkan di lihat dari dalam hati nuraninya, sehingga tidak terjadi perselisihan yang dapat merusak hubungan bermasyarakat.
4.2    Saran
Perbanyak untuk mengapresiasi drama agar lebih mendalami dan mengerti makna dari drama tersebut. Khusunya drama yang mempunyai makna tentang nilai-nilai moral, dengan tujuan apresiasi yang di lakukan diharpakan dapat mengaplikasikan nilai-nilai / amanat yang terkandung di dalam sebuah drama











DAFTAR PUSTAKA

http://www.crayonpedia.org
           























Tidak ada komentar:

Poskan Komentar